Rabu, 07 Januari 2015

MENGUNJUNGI TAMAN SURGA ”RAUDHAH” BERSAMA CHERIA TRAVEL















Raudhah berarti “Taman Surga” merupakan salah satu bagian terkenal di Masjid Nabawi  Madinah. Letaknya antara mimbar dengan makam (dahulu kediaman) Rasulullah Saw. Dalam hadist “Antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah di antara taman-taman surga”. Saat Umroh Raudhah merupakan salah satu tempat favorit untuk memanjatkan doa,karena merupakan salah satu tempat yang mustajab untuk berdoa. Raudhah ditandai dengan tiang-tiang putih dengan ornament kaligrafi yang khas dan juga karpet berwarna hijau yang menutup lantainya. Warna karpet ini berbeda dengan karpet yang berada di Masjid Nabawi yang semua karpetnya berwarna merah. Di kawasan ini juga terletak maqam junjungan besar kita, Rasulullah saw, juga dua sahabat besar, Saidina Abu Bakar R. A dan Saidina Umar R.A
Kita menggunakan Jasa Cheria Travel, Tour Travel Umroh Terbaik di Jakarta untuk Umroh kali ini. Untuk pertama masuk ke Raudhah biasanya kita akan di antar oleh seorang guide yang sebelumnya menjelaskan dan menerangkan tempat-tempat  di sekitaran Masjid Nabawi ,karena  kita bisa tersesat jika belum tahu jalan. Karena dari pihak Cheria Travel sudah menyediakan Guide jadi kita sebagai Jamaah Umroh tidak akan kebingungan. Guide tersebut juga menjelaskan tentang apa itu Raudhah dan adab-adab untuk masuk Raudhah. Karena begitu besarnya antusias Jama’ah untuk masuk Raudhah kita harus sabar mengantri dan terus menjaga niat karena Allah.
Untuk jama’ah laki-laki bisa sepanjang hari untuk  ke Raudhah. Tapi untuk jama’ah wanita, ada waktu-waktu khusus, habis Shalat Subuh, Shalat Dhuhur dan Shalat Isya. Untuk bisa ke Raudhah setalah  Shalat Jama’ah harus langsung  ke depan dan cari sekerumpulan orang-orang yang lagi rame mengantri. Karena untuk Jama’ah perempuan  harus ngantri berdasarkan asal negaranya, yaitu group Arab, Group Iran, Group Pakistan, Group Turki dan Group Melayu. Kita sebagai orang Indonesia harus mengantri dalam group Melayu. Cari papan yang bertuliskan Melayu dan kita ikut mengantri di belakang papan tersebut. Ikuti perintah Asykar jangan beranjak berdiri sebelum ada perintah dari Asykar untuk pindah posisi ke depan.
Asykar adalah sebutan para petugas di Masjid Nabawi dengan menggunakan baju hitam-hitam dan cadar. Gaya bicara dan logat yang lucu sering di teriakan para Asykar untuk Group Melayu ketika ada yang berbaris tidak rapi dan ingin berdiri padahal belum ada perintah atau aba-aba dari Asykar: “duduk ya ibu sabar sabar”.Logat orang Arab bicara bahasa Indonesia begitu lucu. Jangan sampai kita salah mengantri karena akan di usir oleh Asykar dan di suruh pindah berdasarkan Negara Asal. Karena postur orang Indonesia yang kecil jangan sampai kita ikutan antri di Group Arab, Turki, Pakistan ataupun Iran yang notabene secara fisik orang-orang timur tengah berpostur besar. Bisa di bayangkan postur orang-orang melayu yang kecil mungil di sandingnkan dengan orang-orang Timur Tengah, bisa kena injak kita ketika berlari untuk masuk Raudhah.


 


Setiap Group akan di jaga oleh Asyar yang akan memberi aba-aba untuk bisa masuk ke pintu selanjutnya. Karena untuk bisa masuk Raudah ada beberapa pintu yang harus kita lewati. Ketika pintu sejenis pagar di buka semua akan berebut untuk bisa masuk, makanya kita harus ngikuti perintah Asykar. Asykar akan berteriak Group mana yang boleh masuk dulu, sebelum group Melayu di panggil jangan sekali-kali kita ikut berlari untuk bisa masuk ke pintu selanjutnya karena kita bisa kena injak orang-orang Timur tengah dengan postur yang tinggi dan besar. Selama kita menunggu antrian kita bisa sambil berdoa dan bershalawat.
Sensasinya luar biasa ketika kita udah melewati beberapa pintu dan sampai akhirnya kita berada tepat di depan pintu Raudhah dan berjalan menuju ke dalam. Kita berjalan dengan hati dan perasaan sangat senang sekali karena bisa masuk di Raudhah. Tapi jangan senang dulu sebelum kita benar-benar menginjak karpet yang berwarna hijau. Setelah kita berhasil menginjak karpet yang berwarna hijau kita bisa berdoa apapun yang kita inginkan. Kita tidak akan tahan dan pasti air mata tidak terbendung lagi untuk menetes. Setelah kita puas berdoa kita bisa Shalat 2 Raka’at secara bergantian dan minta tolong teman untuk menjaga ketika kita Shalat. Karena penuh sesaknya orang kita tidak akan bisa Ruku’ dan Sujud secara sempurna misal tidak ada yang menjaga ketika Shalat.
Setelah selesai berdoa dan Shalat kita segera keluar dan memberi peluang untuk saudara kita yang lain untuk bisa masuk juga. Untuk bisa masuk berkali-kali ke Raudhah, kita harus sering mengantri habis waktu Shalat yang telah di tentukan untuk Jamaah perempuan. Bisa sehari 2-3 kali jika setiap waktu yang di tentukan kita mau mengantri. Kita harus bisa manfaatakan waktu secara efektif karena biasanya jamaah umroh Cuma 3 hari an berada di Madinah.
Alhamduliallah kita merasa puas menggunakan Jasa Cheria Travel, Tour Travel Umroh Terbaik di Jakarta. Sehingga kita bisa menjalankan ibadah Umroh dengan khusuk saat berada di Madinah. Dan setelah 3 hari di Madinah, kita melanjutkan ke Mekah. Terima kasih Cheria Travel, semoga amal ibadah kami selama Umroh di terima Allah Ta’ala. Semoga Cheria Travel semakin baik melayani Tamu-tamu Allah di Baitullah.











.





4 komentar:

  1. Tfs Indah.
    Jadi punya informasi tentang Cheria Travel :)

    BalasHapus
  2. Air mata tak terbendung saat kaki mampu menggapai karpet hijau | MasyaAllah | Bahagianya

    BalasHapus
  3. hmmm ini cerita pas umroh? semoga bisa kesana...

    BalasHapus