Selasa, 16 Desember 2014

AMAZING




Kita bisa berteman dengan siapapun dan dimanapun, meski belum bertemu jika semua bisa lebih meningkatkan kedekatan kita dengan Allah akan terasa nikmat. Ceritanya lucu juga ketika aku mulai akrab dengan seorang teman sebut saja ifa. Ni barawal dari dia sms “mbak kapan bisa bertemu dan berkunjung ke kantor aku mau menyelesaikan sesuatu”. Karena masih kerja dan no asing yang masuk agak malas khawatir orang iseng ja. Sampe di rumah saya balas “maaf no siapa ya ganti”. Ni pertanyaan yang biasa aku ajukan jika da no baru masuk.
Kemudian dia cerita bahwa dia pernah punya hutang padaku tahun 2011 di Book Fair GNI, Masya Allah dia masih inget aku udah lupa ga inget sama sekali. Karena pengguna operator yang sama akhirnya aku telpon karena masih punya banyak bonusan untuk telpon. Padahal belum bertemu tapi enak ja ngobrol panjang lebar he…sampai dia bilang “eh mba kita belum bertemu tapi ngobrolnya enak ya” he.. It’s ok selama dia cewek no problem untuk ngobrol lama. Ga terasa ternyata aku telpon dia hampir 1 jam an, padahal itu baru sekali aku telpon. Tapi Subhanallah, banyak ilmu aku suka sekali karena ternyata dia seorang Hafidz hmm (MUPENG)
Obrolan makin seru karena tidak mudah untuk bisa menghapal Al Quran. Hanya orang-orang pilihan yang minim maksiat.  Tapi emang dari keluarga mendukung bapak dan kedua saudaranya juga mengahapal Al Quran juga. Emang buah jatuhnya tidak jauh dari pohonya karena ibunya juga pernah mondok. Sampai akhirnya aku iseng Tanya ‘Weh dek ga daftar di Al-Azar’, “ya daftar mb tapi belum ketrima” , tapi bagiku sudah keren banget syarat untuk bisa daftar dan masuk di Al Azar harus Hafal Quran klo g salah salah satunya. Hmm seperti dalam film-film Habiburahman KCB gumanku. “Ketika kutanya gimana dek bisa mengahapal, ternyata di rumah juga mendukung katanya TV, PS di blokir ma Abah. Da TV tapi di kamarnya Abah, dan hape ku juga g da kameranya.”Ternyata dalam kehidupan nyata da juga cerita seperti ini. Its Amazing. Karena udah mau Magrib akhirnya telpon aku tutup dan sesekali di lanjutkan dengan sms.
Aku masih agak terpana dengan kejadian ini..agak lucu dan aneh..he..Tapi aku jadi banyak ilmu dari pertemanan ini. Hingga akhirnya kami sering sms diskusi tentang banyak hal. Ni kejadian hari sabtu klo g salah, Seninya dia sms say hello ‘aku lagi jalan-jalan mba menghilangkan stress’. Weh enak sekali pikirku waktune orang kerja dia jalan-jalan he..Dia bilang mau kerumah kakaknya di Jombang.
Kemudian dia sorenya bilang aku lagi di opname mba…What?? Agak shock juga emang sakit apa sampai di opname dek tanyaku.”Tadi pingsang kecapekan katanya.” Tapi g mungkin lah kecapekan biasa pasti da sesuatu deh. “Sampai kutanya emang sering dek keluar masuk RS?” ‘ya lumayan mba 3 bulan sekali’jawabnya..???g sampe cuci darah kan dek tanyaku.” Loh mba kok tahu.” Pasti udah da suatu penyakit klo dah rutin ke RS tiap 3 bulan.
Sampai beberapa hari sms dia tetep tidak mau ngaku sakit pa. Biasa kutanya dah boleh pulang dek, belum mb masih kurang 5 kantong lagi..???Astaqfirllah dek sakit pa anti? “Kok banyak banget tranfusi darahnya. Emang udah berapa yang di tranfusi” Akhirnya dia cerita tiap 3 bulan dia butuh transfusi darah sampai 15 kantong. Tapi dia masih belum cerita sakit pa.Sampe kutanyakan temenku sakit pa ya yang butuh tranfusi darah sampi 15 kantong tiap 3 bulan. Kata temenku mungkin kanker mba tapi kanker apa g tahu, karena banyak macam kanker.hmm Astagfirllah.
Sampai akhirnya dia cerita, bahwa dia menderita LEUKIMIA sejak kelas 2 SMA, yang sebelumnya pernah menderia anemia akut. Astaqfirllah, dia bisa bertahan sampai sekarang kurang lebih 4-5 tahun an, Karena sekarang dia sudah lulus Kuliah. Aku jadi banyak bersyukur, tiap orang punya masalah masing-masing, dan mungkin masalah kita tidak ada apa apanya jika dibanding orang lain. Dan nikmat kesehatan yang kita miliki sekarang kenikmatan yang luar biasa yang diberikan oleh Allah untuk kita.
Mohon doanya karena sekarang dia kondisi lagi koma sejak siang tadi, padahal tadi pagi masih sms an. Dan baru ku balas agak siang dan dia tidak membalas smsku. Baru dapat kabar malam dari sudaranya yang sms pake no dia memberi kabar bahwa dia lagi koma di RS sakit karena tadi siang pingsan.
Ya Allah ijinkan aku bertemu denganya meski cuma sekali, dan aku berharap dia bisa sembuh total dari sakitnya. Tapi Subhanallah dia selalu mengatakan tidak sakit kok mb waktu kutanya gimana rasanya di masuki darah sampai 15 kantong,,tidak terbayangkan..



SPECIAL MOMENT FOR MY BROTHER




            Hari minggu (ahad) adalah hari spesial bagi sebuah keluarga. Memang waktunya berkumpul dengan keluarga ketika seminggu beraktifitas dengan kesibukan masing-masing seperti bekerja.  Makanya ketika akan mengadakan sebuah acara seperti pernikakan sering di pilih pada hari sabtu minggu (week end). Pada hari ahad tanggal 11 Nopember di adakan acara syukuran pernikahan adik sepupu yang  di rumah, yang sebelumnya pernikahan di adakan satu minggu sebelumnya.
            Pada hari kamis sebenarnya sudah di adakan acara yang sama, tapi yang di undang teman-teman kantornya. Sebenarnya awal rencana memang akan di adakan hari ahad tanggal 11 Nopember, karena teman-teman kantornya tidak mau datang pada hari ahad akhirnya di buat alternatif acara pada hari kamis. Memang sedikit agak ribet dan repot juga ketika acara di buat dua hari. Awalnya keluarga tidak setuju tapi mau bagaimana lagi memang menjadi kebiasaan beliau-beliau yang PNS ketika mengadakan acara pada hari efektif  jadi agak keberatan ketika di undang pada hari libur.
 Ketika ada sebuah acara keluarga memang waktunya berkumpul dengan banyak keluarga. Moment-moment seperti ini memang jarang terjadi, tapi bisa menjadi ajang silaturahmi untuk sebuah keluarga.  Dan bisa menjadi ajang silaturahmi untuk reuni bersama teman –teman tuan rumah. Dari pagi yang paling sibuk ibu, karena makanan yang disajikan di buat sendiri dan hanya sebagian yang pesen. Jadi semua keluarga saling membantu, itulah enak nya keluarga besar ketika ada sebuah acara bisa saling membantu.
Karena tipe rumah kami adalah rumah lama jadi bangunan cukup besar dan luas jadi tidak perlu pasang tenda, cukup di tata di ruang tamu saja sudah cukup. Acara di mulai pukul 10.00 WIB, tapi sekitar jam 09.15 WIB sudah ada tamu yang datang padahal makanan belum semua di tata di meja. Jadi kami sekelurga cukup panik untuk segera menata semua makanan pada tempatnya.  Tapi Alhamdulillah bisa selesai juga dan tertata semua makanan yang akan di sajikan di ruang tamu. Pada sekitar pukul 10.30 an tamu satu persatu mulai datang. Biasa kalau ada acara kumpul-kumpul menjadi ajang ngobrol yang lama. Sebenarnya di undangan acara pukul 10.00-13.00, tapi pada kenyataannya terjadi di luar jadwal. Tamu bener-benar habis ketika pukul 15.00 an. Tapi pada sore hari masih ada tamu yang datang.
Karena banyak keponakan yang kecil-kecil mesti membuat ramai dan gaduh. Di sela-sela acara sempat membuat tebak-tebakan untuk mengalihkan perhatian agar tidak ramai.  Alhamdulillah akhirnya selesai juga serangkaian acara besar dirumah. Cukup membuat energi kami sekelurga terkuras, tapi Alhamdulillah kami sekeluarga sehat semua.  Happy for my brother Congratulation for wedding. Semoga menjadi keluarga Sakinah Mawaddah Warrahmah. Amin





BERBAGAI PROFESI




Keren juga ya klo kita multi talenta, alias bisa semua profesi he.. he.. yang penting bukan profesi menggali kuburan aja. Mulai dari rias pengantin sampai jadi asisten trainer dadakan, hmm seru juga ternyata punya banyak pengalaman. Tapi anehnya kok ya dengan orang yang sama untuk di ajak kerjane. Bener-bener Soulmate..Untuk rias pengantin juga heboh banget. Biasa orang habis facial di wajah bengkak semua dan merah-merah hasile.Maklum jarang-jarang emang facial. Eh tiba-tiba dapat telpon, besok da job rias pengatin. “harus bisa”hmm nodong atau pa ini namanya. Dah kujelasin panjang lebar kondisi ku, eh ga mau tahu yang penting besok rias pengantin. Akhirnya dengan sangat terpaksa ku “IYA” kan.         

Padahal tahu konsekuensi habis facial wajah merah-merah dan bengkak. Tidak bayangin juga datang ke pernikahan dengan wajah berantakan jadi perias pula. Hmm maluin tapi mo gimana lagi. Job sudah diterima jadi harus dilaksanakan. Akhirnya cari partner juga untuk peralatan make up secara g pernah make up  eye shadow, blush on, listik dan lain-lain. Akhirnya kita sepakat mengunpulkan peralatan make up dan berbagi tugas untuk peralatan yang di bawa. Secara asisten ku juga g pernah make up. Tapi lumayan dia bisa pinjam punya ibunya. Okelah malamnya langsung browsing cara memadu madankan warna-warna eye shadow dan tips untuk make up.      

Akhirnya tibalah hari jadi perias penganting. Pengalaman yang mengasikkan he..Untungnya wajah pengantinnya dah mulus jadi lumayan tidak mengalami kesulitan untuk make up. Mulai dari bersihin wajah sampai di masker juga lamayan menghabiskan waktu. Padahal manten harus siap dalam waktu 1 jam an.

Tapi Alhamdulillah akhirnya selesai juga rias pengantin dan terakhir memakaikan melati di jilbab. Alhamdullillah da yang bantu masangin dan komentar kurang apanya.Alhamdullillah “SELESAI” manten siap akad nikah..nice dream..
Untuk profesi jadi asisten trainer seru juga, mulai dari jemput pemateri. He.. tapi biasa aku paling g suka bonceng jadi minta bonceng pemateri.Lagian waktu dah mepet g bisa ngebut, belum lagi ambil LCD. Waktu dah mepet eh masih ambil flasdisk juga,hmmm. Kesan pertama akan kurang bagus klo terlambat.Acara di mulai pukul 8.30, pukuk 8.20 masih otw dan belum lagi mampir ambil flasdisk. Wes pasrah kita akan sampi jam 09.00 di lokasi. Wes nyantai ja dari pada tergese-gesa, biar terlambat asal selamat. Secara lokasi juga belum tahu masih nyari-nyari..hmm complete deh
Karena pesimis terlambat hampir sms minta tolong temen untuk sms pihak penyelenggara klo kita terlambat. Tapi barang bawaan banyak da 2 ransel dan LCD jagi g bisa ambil hp dan terus melaju ja melewati sawah-sawah yang hijau. Lumayan buat ngademin mata he..

Alhamdullillah kita tidak kesulitan nyari lokasinya,  setelah beberapa kali belokan sampai juga di lokasi.Lumayan jam tangan menunjukkan pukul 08.40 jadi lumayan lah g telat-telat amat 10 menit he.. waktu bagian Indonesia biasa molor. Alhamdullillah kita dah di sambut ibu guru untuk masuk ruangan kantor.Sungguh keajaiban Alam yang tak terkira, waktu masuk kantor jam kantor menunjukkan pukul 08.30 tepat.”SUBHANALLAH” Maha Suci Allah yang telah menolong hambanya.

Ketika dah sampai kantor kita langsung meminta ijin untuk segera masuk kelas untuk menyiapkan peralatan, weh g pernah masang LCD asisten jadi yang masang pemateri he..asisten dadakan juga.Dah heboh masang LCD karene belum konek di computer jadi heboh dan bingung sendiri pemateri dan asistennya.Tapi Alhamdullillah akhirnya bisa juga konek dan mucul di layar.Wah lega akhirnya acara bisa di mulai. Emang kemungkinan terburuk g pake computer. Jadi Cuma pake mic ja, he..tapi g seru secara yang di hadapi adik-adik SD bisa rame dan heboh sendiri. Selama kurang lebih 1,5 jam, akhirnya acara selesai dan kita merapikan semua peralatan. Setelah itu kita dipersilahkan masuk ke kantor untuk dan ngobrol sebentar dengan Kepala Sekolah nya.

Alhamdullillah akhirnya kerjaan kita selesai dan siap otw pulang. Tetap pemateri yang bonceng waktu pulang he..Setelah hampir sampai rumah baru inget klo selama acara tidak da dokumentasi. Hmm kita ngakak bareng hadeh trus gimana acara kok g da foto-fotonya. Maklum asisten dadakan jadi lupa foto-fotonya. Padahal kamera dah ready dan baru di carger baterainya. “Hmm apalah gunanya baterai di carger klo g buat foto-foto”celetuk pemateri”. Wkk wkkk sepanjang perjalanan pulang  kita jadi ngakak bareng kok bisa lupa fotonya. Sempat puny ide kita kembali ja foto sekolahnya ja, tapi pas acara berlangsung g da fotonya. Ampun deh klo kembali karena tempanya lumayan jauh..hmm..Alhamdullillah selesai juga job hari ini. Seru juga klo kita bisa malakukan berbagai profesi.



Maryamah ke kondangan


"Seperti biasa klo di kampung itu pa pa di rayain..dari kelahiran sampai orang meninggal pun da perayaanya..hee..
Sore itu si yam panggilan untuk Maryamah da acara kondangan. tapi ni bukan ke kondangan nikahan lho...
tapi ni ke kondangan orang melahirkan.Dengan segala persiapan, maksudnya dah siap dandanannya dan amplop untuk ampo ibu yang melahirkan tersebut. Dengan pakaian rapi dan necis si yam pergi ma Ibunya naik motor MIO nya. Biasa perempuan klo dah ketemu ma kaumnya lupa segalanya. Rumpi kanan kiri ok..pasti semua di absen dari A sampai  Z he.. seperti ngeja abzad ja. Setelah selesai rumpinya si teman ngajak pulang."ayo yam pulang dah malam" Ok sama ntar anak ku juga keburu nangis he...Pas siap-siap mo ngasih ampo yam ambil uang dari dompetnya, karena keburu-buru dia ga liat pokoknya ditanganya dah siap amplop untuk di kasih ibu yang baru melahirkan tersebut, biasa salam tempel sambil pamitan ke tuan rumah yam jabat tangan ma tuan rumah. Waktu  jabat tangan yam merasa da yang aneh kok ampol gue tipis banget ya, tapi mo gimana lagi tangan dah nempel tidak mungkin di tarik lagi amplopnya.  Dengan PD yam keluar ma ibunya karena tugas dah beres maksudnya tujuan ngasih amponya dah di kasih.Karena merasa tidak enak pa dah bener amplop yang di kasih ma tuan rumah. Saat dah keluar yam buka domptnya...alamakkk...tidakk....bu aku salah ngasih amplopnya. "Salah gimana' tanya ibunya?'" Yang ku kasih kan ternyata struk belanjaan bu...waduhh..yam yam gimana sih.."kata ibunya"  hee..ibu kembali ke dalam ya ngasih amplop yam..enak ja ga mau kasihkan sendiri..dengan malu-malu dan pengen tertawa akhirnya yam masuk ke dalam rumah lagi dan ngasihkan amplopnya.."Maaf ya mbak tadi salah" Dengan senyum-senyum si tuan rumah.."Ga papa mbka" Makasih ya...

MENEMBUS BROMO DENGAN HUJAN




Traveling merupakan hal yang paling menyenangkan, karena bisa melupakan sejenak semua masalah yang ada.  Untuk traveling kali ini merupakan perjuangan tersendiri dari mau berangkat sampai ke lokasi tujuan. Aku adalah tipe orang yang suka pergi kemanapun, tapi nakalnya jarang aku cerita langsung ke ibu tempat mana yang akan menjadi tujuan traveling ku..he..he..Maklum ibuku pasti tidak akan mengijinkan klo tempat yang dikunjungi agak ekstrim dan bahaya.
Untuk traveling kali ini janjian sama temen-temen kumpulnya malam pukul 18.30. Dan rumahku menuju tempat kumpulnya lumayan jauh butuh waktu 30 menit an.  Saat itu suasana lagi hujan juga, pastinya klo ijin mo pergi ke Bromo di jamin tidak bakal dapat ijin. Aku sudah siap dengan ransel dan pakaian rapi. Tinggal nunggu ibu untuk minta ijin pergi. Waktu mau berangkat ibu belum selesai Shalat Magrib Jama’ah bersama bapak di kamar. Aku  nunggu sampil berharap cemas karena sudah pukul 18.30 an posisi masih di rumah. Padahal kesepakatan kumpul pukul 18.30. Pas ibu keluar langsung kucium tanganya dan bilang “bu aku pergi ni tidak pulang, pulangnya besok sore mungkin” he.. he ..tanpa kujelaskan mau pergi kemana. Langsung deh berangkat
Ternyata hujannya lumayan lebat, jadi deh aku heboh dengan ransel ku gimana caranya biar tidak basah. Klo badan sih dah pake mantel aman. Hmm ni ransel klo di taruh di punggung trus langsung pake mantel tidak bakalan cukup,karena rensel ku lumayan banyak barang bawaanya. Hampir 10 menit an cari cara gimana biar ransel tidak basah. Alhamdullillah ada tas plastik lumayan besar punya adek yang masih bertengger di sepeda motornya, karena keliatannya dia juga baru kehujanan. Langsung aja kuambil dan ransel berhasil kumasukkan.
Hujannya ternyata lumayan lebat mulai dari rumah sampai ke lokasi kumpul sama teman-teman hujan terus. Dan malangnya sepeda motor ku keliatannya ada masalah di ban motornya. Karena sehari sebelumnya bannya ada masalah, udah di periksa di tukang tambal ban katanya tidak ada masalah. Padahal sempat di bongkar juga bannya. Dalam hati cuma satu keinginanku saat itu, tiba di lokasi dengan selamat.  Aku kendarai motorku dengan pelan-pelan, karena hujan lumayan deras juga. Perasaan udah tidak nyaman, tapi klo aku berhenti ke tukang tambal ban untuk memeriksa, waktu sudah tidak cukup untuk bisa on time tiba di lokasi. Berangkat dari rumah aja tadi sudah terlambat.
Keliatannya kondisi ban sepeda motor ku sudah lumayan parah, jadi tidak berani ngebut. Waktu sudah hampir dekat di lokasi motorku mulai tidak seimbang karena keliatannya kondisi bannya udah lumayan parah. Sebenarnya sebelumnya janjian mau jemput teman dan sekalian nitip motor. Tapi karena kondisi sudah tidak memungkinkan aku langsung menuju tempat kumpul saja. Alhamdulillah, akhirnya sampai di tempat dengan selamat dan kondisi ban sepeda motorku dah bocor parah. Langsung ku sms temanku bahwa aku tidak jadi ke rumahnya karena ban sepeda motorku bocor.
Waktu datang pukul 19.00 sudah telat banget, ternyata masih sedikit teman-teman yang kumpul. Maklum hari itu hujan lumayan lebat, jadi teman-teman banyak yang terlambat.  Tidak beberapa lama akhirnya teman-teman datang satu persatu. Karena mobilnya belum datang,  jadi sambil nunggu teman-teman pada Shalat Isya karena tadi aku juga belum Shalat Isya.
Alhamdulillah, akhirnya mobil datang dan barang-barang di masukkan ke dalam mobil. Barang bawaannya macam-macam ada termos air hangat juga dan pastinya masing-masing bawa ransel yang berisi barang keperluan pribadi. Karena panitia salah hitung peserta yang ikut, akhirnya ada 2 kursi yang di duduki untuk 3 orang. Mau gimana lagi sudah pada kumpul tidak mungkin di batalkan kasihan. Akhirnya aku rela sama 3 temenku ,2 kursi di duduki untuk 3 orang. Aku kasihan juga pada temanku, karena ternyata dia kondisinya lagi tidak enak badan dan harus duduk berhimpitan.
Sebelum berangkat semua berdoa semoga perjalanan lancar dan selamat sampai tujuan. Sekitar pukul 21.00 kami mulai berangkat dan kondisi masih hujan. Baru kali ini mau mendaki (hiking) tapi kondisi hujan. Sepanjang perjalanan kondisi masih tetap hujan dan hawa dingin mulai merasuk ke tulang-tulang, karena ternyata sudah masuk area perkampungan menuju ke bromo. Sekitar pukul 03.00 kami semua tiba dengan selamat. Karena kondisi masih sangat pagi kita tidur dulu di dalam mobil sambil nunggu temen-temen nego  harga hartop. Karena mobil tidak bisa naik langsung ke bromo, kita harus sewa hartop untuk bisa menuju ke bromo.
Untuk ikut rombongan traveling ini peserta cukup bayar Rp. 75.000,-/orang lumayan murah. Karena panitia tidak memperkirakan memakai hartop untuk menuju bromo, jadi kita harus iuran lagi Rp. 50.000,-/orang untuk sewa hartop. Kita sewa 2 (dua) hartop karena tidak cukup kalo pake 1 (satu) hartop.
Udara dingin sekali, karena sudah memasuki area menuju Bromo.  Jangan di tanya gimana dinginnya air kamar mandi. Sebelum perjalanan di mulai menuju pendakian temen-teman ke kamar mandi dulu. Klo mau ke kamar mandi cukup bayar Rp. 2000,-/ orang.
Karena jumlah peserta banyak sekitar 16 orang, mobil hartop di bagi dua, untuk laki-laki dan perempuan. Kami mulai mencari posisi yang nyaman untuk duduk. Karena cuaca tidak menentu dan cenderung hujan, akhirnya kami memutuskan bawa mantel (jas hujan) untuk persiapan jika nanti hujan saat pendakian. Pertama yang kita kunjungi ‘penanjakan’ baru ke kawah bromo selanjutnya. Mobil Hartop mulai berjalan menuju penanjakan dengan jalan yang berkelok-kelok. Karena suasana masih pagi buta sekitar pukul 04.00, sehingga kami tidak bisa melihat jelas kanan-kiri jalan.
Mobil hartop mulai berhenti untuk parkir, karena tidak mungkin lagi menuju ke atas. Karena di luar hujan teman-teman masih agak malas untuk turun. Sehingga kami memutuskan untuk Shalat Subuh berjama’ah dulu di dalam mobil dengan tayamum sebelum mulai pendakian. Setelah selesai Shalat kami semua turun satu persatu dengan memakai jas hujan, karena di luar kondisi hujan.
Baru kali ini mendaki gunung kondisi hujan dan kita semua harus memakai mantel. Bisa buat pangalaman klo mau traveling mendaki gunung (hiking) lihat kondisi alam. Karena klo hujan jadi tidak nyaman dan rawan untuk mendaki. Kami jalan bersama rombongan dengan pelan-pelan, karena kondisi jalan becek dan licin.  Subhanallah baru jalan berapa langkah saja rasanya saya sudah tidak bisa nafas (sesak).  Akhirnya saya berhenti sejenak dan jalan pelan-pelan untuk melanjutkan pendakian. Saya pikir saya saja yang merasa sesak nafas, ternyata ada juga teman yang sesak. Mungkin karena dinginnya udara dan semakin tinggi oksigen semakin tipis. Sehingga menyebabkan sesak nafas. Baru jalan beberapa langkah teman teriak “hei berhenti” pelan-palan jalannya. He..he.. kapan sampainya baru dapat 2-4 langkah berhenti. 
Karena kondisi jalan masih gelap dan hujan kita tidak bisa melihat dan menikmati pemandangan sekitar. Ketika sudah berada di posisi agak atas dan hari sudah mulai terang, mulai terlihat pemandangan di kanan-kiri. Mulai dah narsisnya cepret sana cepret sini untuk mengabadikan gambar. Tujuan pertama kita di penanjakan untuk melihat matahari terbit (sunrise), t karena hujan tidak terlihat matahari sama sekali. Katanya klo sudah mendung dan hujan sampai jam 12 siang pun matahari tidak akan muncul. Traveling ke bromo kali ini merupakan kunjungan ke-2 saya. Waktu yang pertama tidak sempat ke penanjakan, langsung ke kawah bromonya. Makanya untuk kali ini pengen naik sampai atas. Tapi karena teman-teman sudah merasa capek dan yang di lihat sama aja pemandangannya, akhirnya semua memutuskan turun kembali. Hmm sebenarnya agak nyesel juga karena tidak menyelesaikan pendakian sampai selesai.
Kami semua memutuskan untuk kembali ke mobil menuju ke kawah bromo. Hari sudah mulai terang jadi terlihat pemandangan kanan kiri jalan. Ternyata hampir semua  mata pencaharian penduduk sekitar bromo adalah pentani sayur. Ketika sudah tiba di tempat parkiran mobil harus di parkir. Subhanallah pemandangannya sungguh indah, terbentang luas padang pasir, gunung dan bukit. Sebelum memutuskan untuk naik ke kawah bromo, kita mengisi bahan bakar dulu untuk tenaga alias “sarapan”, yang di bawa panitia dari Kediri. Setelah selesai sarapan kita turun dan menikmati pemandangan padang pasir yang terbentang luas. Sebetulnya hujan ada hikmahnya juga jadi pasirnya basah sehingga tidak begitu ada banyak debu. Tapi meskipun pasirnya basah, waktu di terjang angin masih berhampuran juga pasirnya. Jadi ketika ada angin yang kencang kita berhenti sejenak dan menutup mata biar tidak terkena debu pasir.
Bener-bener indah dan keren pemandanganya, sepanjang perjalanan terlihat semua pemandangan dan bentuk asli jalan yang berkelok-kelok menuju kawah bromo. Waktu pendakian saya yang pertama jalan tidak terlihat sama sekali karena kondisi masih gelap. Klo yang ini terlihat jelas kelokan jalan yang harus kita lalui untuk menuju puncak atas kawah bromo.
Alhamdulillah selama pendakian masih menggunakan tenaga alami (jalan kaki) belum menggunakan bantuan kuda untuk mendaki. Karena waktu pendakian pertama memutuskan untuk naik kuda setelah jalan 10 menit an. Setelah turun dari kuda mau pingsan juga karena kaki seperti terkilir, jadi bikin heboh teman-teman. Untuk kali ini sama teman-teman jalan pelan-pelan sambil menikmati pemandangan dan tetep kostum kita memakai jas hujan. Khawatir nanti pas di atas kondisi hujan, karena cuaca memang masih mendung meski hari sudah siang.
Ada salah satu temen yang ingin foto bersama bule. Karena dia tidak pede memakai bahasa Inggris,akhirnya meminta bantuan saya. Saat ada bule yang lewat turun, sedangkan kita posisi masih mau mendaki saya sapa.”Excusme Sir” I want photo (sambil saya menggerakan tangan untuk isyarat). “Ok” jawab bule. Langsung deh teman saya mengambil posisi di tengah-tengah bule (karena kebetulan ada 2 orang bule) untuk di ambil gambarnya. Setelah saya ambil 2-3 gambar, saya ucapkan” tank you sir”. Dia langsung senyum-senyum kegirangan karena berhasil foto dengan bule. Waktu”  giliran saya yang pengen foto sama bule, ketika ada bule lewat saya sapa untuk minta foto “ no no” jawab bule. Hmm betapa melasnya saya, mungkin bulenya capek sudah naik dan turun akhirnya tidak mau ketika di minta foto (he..he..saya meredam hati).
Kami satu rombongan sudah pisah jalan sendiri-sendiri, saya bersama teman saya jalan pelan-pelan dan berhenti sebentar klo capek terus lanjut lagi jalan. Rasanya pengen nyerah naik kuda terasa sudah capek, karena semakin mendekati puncak harga naik kuda jadi turun. Dari Rp. 20.000,- semakin ke atas mendekati puncak bisa jadi Rp. 10.000,-. Dua teman saya sudah nyerah dan memilih naik kuda, meskipun untuk mencapai puncak tinggal sedikit. Tapi teman saya menyemangati ayo pelan-pelan yang penting sampai. Meskipun posisi sudah agak atas, ternyata ada penjual minuman hangat dan gorengan. Semakin ke atas angin semakin kencang, sempat juga ada penjual yang barang dagangannya berantakan terkena angin.
Alhamdullillah, akhirnya berhasil juga naik ke atas tanpa naik kuda. Ketika mau menaiki tangga menuju ke kawah Bromo, tangganya banyak yang  rusak. Beda sekali dengan waktu pertama saya ke sini. Karena sempat terjadi banjir lumpur dan menghancurkan sebagian tangga-tangga.  Untuk naik ke tangga harus pelan-pelan karena kondisi tubuh sudah lemah dan harus antri. Ketika sudah posisi di atas, kondisinya juga sudah berubah. Di atas sangat sempit sekali, jadi harus berhimpitan dengan pendaki lain untuk bisa duduk mengistirahatkan badan. Tapi ngeri juga karena sangat sempit, tidak bayangin  misal terjadi gempa mungkin sudah runtuh tanahnya.
Karena kondisinya tidak memungkinkan berlama-lama di atas, akhirnya kita memutuskan turun setelah ada beberapa foto yang kita ambil. Kita mulai turun pelan-pelan dan sempat berhenti untuk makan roti sebagai tenaga.  Pengennya sih naik kuda biar tidak capek, tapi teman saya tidak mau akhirnya kita turun pelan-pelan. Ketika sudah posisi di bawah dan puas untuk foto,kita naik mobil hartop lagi untuk menuju parkiran mobil yang kita tumpangi.
Karena kondisi sudah sangat capek dan kamar mandi terbatas kita memutuskan untuk mandi di luar area bromo. Ketika di dalam mobil temen-temen pada tidur semua, padahal posisi badan masih kotor, apalagi kaki karena terkena becek dan lumpur. Kita berhenti di sebuah Masjid di daerah Pasuruan sekitar pukul 11.00. Kita bisa mandi sepuanya dan Shalat Dhuhur sekalian. Alhamdulillah badan sudah bersih dan kita melanjutkan perjalanan untuk pulang melalui Malang. Dan sempat berhenti di Dewi Sri  untuk cari oleh-oleh dan makan siang.
Alhamdulillah sampai Kediri sekitar pukul 17.30. Tapi perjuangan saya belum selesai karena kondisi sepeda motor yang bocor harus di tambal dulu. Alhamdulillah di sekitar tempat ngumpul ada tukang tambal ban terdekat. Akhirnya sepeda motor saya titipkan untuk di tambal kemudian saya kembali ke tempat ngumpul teman-teman untuk Shalat Magrib. Baru setelah selesai Shalat ban selesai di tambal. Alhamdullillah akhirnya pulang selamat sampai rumah.

 





Sabtu, 13 Desember 2014

MARYAMAH VS NASABAH



MARYAMAH VS NASABAH

‘Hmm….siang -siang  enaknya ngapain selain molor..bagi orang yang pengacara (pengangguran banyak acara)…hee..’
Tapi bagi orang yang kerja merupakan ujian yang berat ketika hari sudah siang…setelah istirahat Ishoma (Istirahat, Sholat dan makan) pasti hawanya pengen di dunia kapuk..^-^. Habis kenyang makan sudah penyakit bawaannya ngantuk. Apalagi setelah setengah hari sibuk menyelesaikan pekerjaan.
Ini  juga yang menjadi ujian terberat bagi “yam” biasa panggilan untuk Maryamah… ketika waktu sudah menunjukkan pukul 13.00.  Seperti biasa habis selesai Ishoma  dengan temen-temen kantornya semua kembali pada rutinitas masing-masing, duduk di posisi masing-masing untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. “Kejadiannya terjadi pada siang hari sekitar pukul 13.30 an rasanya mata “yam” seperti di hipnotis oleh rasa kantuk. Akhirnya “yam” meletakkan kepalanya di konter mejanya..tak terasa beberapa menit “yam” sudah terlelap..ga tahu deh dah sampai mana dia mimpinya ..klo mimpi…
Emang klo hari sudah siang Nasabah jarang datang..mungkin karena udara panas atau klo siang menjelang sore kebiaasaan hujan. Tapi tak jarang juga Nasabah yang suka datang siang-siang.
Tiba-tiba tanpa da aba-aba (emang barisan) ha..ha..da Nasabah yang  menabung. Ni nasabah belum pernah datang masih pertama (the first) datang ke kantor.  Karena “yam” masih terlelap di buaian mimpinya, akhirnya teman “yam” yang menyambut nasabah ..”Nabung mas” Tanya teman ‘yam’. Ya Nabung mbk..sambil menanyai nasabah teman “yam” berusaha membangunkan yam.
 ‘Yam yam da yang Nabung’
‘Apa?? kemudian pelan-pelan “yam” menguasai dirinya..dengan kondisi masih belum konsentrasi yam tanya ke Nasabah..
“Mas bukunya dah disini???..” jelas ja Masnya bingung..”belum pernah nabung mbk masih mau buka rekening awal..
O……..jawab yam? He.. maaf Mas saya pikir dah pernah nabung, habis wajahnya mirip ma nasabah yam yang biasa nabung (ngeles). Padahal yam masih kondisi  antara sadar dan tidak sadar…saat menanyai mas yang mo nabung…hee.. jadi yam nanya sekenya.. ja..ga tahunya pertanyaan bikin teman-teman yam senyum-senyum sendiri..
Gimana masnya mau punya buku tabungan, nabung  ja masih pertama he…he..
Kejadian berulang untuk yang kedua kalinya..Setelah beberapa hari kemudian masnya nabung lagi. Tapi yang bikin teman-teman yam senyum-senyum sendiri. Kenapa waktu masnya nabung sering – sering siang, waktu yam pada posisi terlelap dan menaruh kepala di konter meja lagi. Sampai akhirnya dibangunkan temanya “yam yam” da yang nabung. Yang bikin temen- temen yam tambah geli lagi..mas nya nyletuk “ lagi ngantuk ya mbak” he…ampun temen-temen yam sampai-sampai ga kuat nahan mau tertawa..tapi ntar khawatir masnya tersinggung…
Mungkin masih di anggap biasa dan kebetulan ja, jika suatu kejadian berulang 2 kali. Tapi ni aneh bin ajaib..
Untuk yang ketiga kalinya…ketika beberapa hari kemudian masnya nabung lagi…posisi “yam” tetap pada keadaan sebelum-sebelumnya..terlelap di konter meja..
“wah yang ni spontan ketika tahu mas nya nabung lagi…temen-temen yam langsung tertawa sendiri-sendiri…sambil berusaha mengalihkan posisi agar pas tertawa ngakak ga keliatan mas nya..
Sambil senyum-senyum malu “yam” menyambut nasabahnya “Nabung mas”…Iya Mbak’..
Waktu yam masih memproses transaksi tabungan nasabah, temen-temen yam tak henti-henti tersenyum sendiri - sendiri. Sampai ketika nasabahnya dah keluar suara riuh tawa temen-temen yam tambah keras..karena saat da nasabah tidak mungkin tertawa sepuasnya karena khawatir menyinggung..
Kejadian ini bikin heboh sampai selesai kantor dan keesokan harinya masih jadi topik hangat untuk di bicarakan “yam” dan teman-teman kantornya..Rasanaya pengen ngakak sendiri klo ingat kejadian itu..
Waktu santai saat menjelang agak siang, temen-temen yam suka ngingetin yam..
“Jangan tidur yam ntar masnya nabung lagi lho..karena kejadian yang lalu pas kondisi yam ngantuk berat masnya pasti nabung.. he…
Tidak kalah serunya…kejadian yang ke empat..
Tapi posisi “yam” masih lumayan dia mau mendaratkan kepalanya di meja konter tiba-tiba mas nya datang lagi untuk nabung.
Spontan ja temen-temen yam senyum-senyum sendiri seperti memenangkan undian (maklum sering ikut undian tapi belum pernah menang hee…)
Jadi semua temen-temen yam berakting konsentrasi menyelesaikan kerjaanya masing-masing ..padahal dalam hati semua pengen tertawa ngakak (wkwkwk……….)
Wah bahaya juga klo setiap melihat wajah masnya mau nabung pasti pengenya ngakak ja  temen-temen …wkwkwk……