Rabu, 29 April 2015

BERSEPADA MOTOR DENGAN SEHAT




Tidak mudah memang untuk memutuskan gaya hidup sehat. Ini bermula ketika saya mengindap penyakit bronkitis.  Saya sudah merasakan gejala lumayan lama ketika saya masih di kost dengan kondisi kamar lembab, karena samping kamar saya langsung kamar mandi. Hampir tiap pagi bersin-bersin dan keluar lendir putih saat bersin. Sudah lama sebenarnya saya ingin rontgen untuk menegakkan diagnosa tapi masih belum kesampaian karena kesibukan kerja dan aktivitas. Sampai akhirnya dada ini sesak napas dan nyeri sekali ketika terkena angin. Dan mungkin aktivitas saya yang sering keluar malam menggunakan sepeda motor cuma memakai jaket biasa tanpa pelindung dada.
Sampai akhirnya badan saya sudah tidak kuat dan ketika rontgen hasilnya positif bronkitis. Lumayan kaget juga dengan diagnosa bronkitis ini. Karena ketika saya cari-cari info tentang bronkitis lumayan rumit dan perlu waktu lama untuk proses penyembuhannya. Karena tidak kuat dalam ruangan AC dan tempat kerja saya menggunakan AC. Nyeri dada saya sering kambuh.  Sampai akhirnya saya pulang kampung untuk proses penyembuhan. Sudah 2 mingguan lebih saya ijin dari kantor saya bekerja, dan kondisi belum memungkinkan untuk bekerja dalam ruangan ber AC maka saya putuskan resign dari tempat kerja.
Saya melakukan pengobatan rutin dengan menggunakan produk-produk herbal dan bekam. Alhamdulillah perlahan kondisi membaik dalam waktu 6 bulanan. Sejak saat itu saya berusaha mamakai peralatan lengkap ketika keluar menggunakan sepeda motor. Saat kondisi lagi kambuh saya bisa menggunakan 2 (dua) jaket saat keluar menggunakan sepeda motor. Karena jika kondisi kurang sehat   dada rasanya nyeri jika terkena angin. Meskipun keluar cuma jarak dekat saya tidak kuat jika tidak menggunakan jaket. Alhamdulillah dengan berjalannya waktu kondisi badan bisa kembali normal meskipun tetap harus waspada dan hati-hati dengan angin saat keluar rumah.
Tips menggunakan alat lengkap saat mengendarai sepeda motor terutama saat keluar malam hari, karena angin malam tidak sehat untuk tubuh.
1.    Menggunakan jaket tebal dan pelindung dada saat mengendarai sepeda motor terutama malam hari, karena untuk melindungi dada agar tidak terkena angin langsung.
2.    Menggunakan masker wajah (kain penutup wajah) agar wajah terhindar dari debu dan terhindar dari matahari saat siang hari.
3.    Jangan lupa menggunakan sarung tangan agar tubuh terasa hangat dan terhindar dari sinar matahari yang menyengat saat siang hari.
Selama mengendarai sepeda motor saya selalu berusaha menggunakan ketiga tips di atas, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Karena saya sudah pernah merasakan tidak enaknya sakit bronkitis sehingga saya selalu berusaha konsisten untuk menggunakan alat lengkap saat mengendarai sepeda motor. Saya sering mengingatkan dan menyarankan ke temen-temen yang sering aktivitas malam hari dengan menggunakan sepeda motor untuk selalu minimal menggunakan pelindung dada dan jaket, mumpung belum terlanjur kena sakit seperti saya.  

 

Minggu, 05 April 2015

Al Quran di Palestina



Ahad, 5 April 2015
                                                  Gambar aqlislamiccenter.com

Saya ingin berbagi sedikit dari ilmu yang saya peroleh hari ini dari Ustad Salim A Filah pada acara Launching Kajian Pelajar Ikadi yang bekerjasama dengan Iqra Club Kota Kediri. Saya sangat tertarik ketika ada salah seorang peserta yang bertanya tentang pengalaman Ustad Salim A Filah ketika mengunjungi Palestina. Beliau bercerita sedikit tentang kondisi di Palestina saat beliau berkunjung.
Salah satunya adalah beliau mengatakan ketika kita akan mengikuti paket Umroh yang Plus Masjidil Aqsa jangan di ambil dulu, karena beliau mendapat info beberapa ulama dunia. Karena hal itu sangat menguntungkan bagi pihak Israel, karena ketika kita memasuki wilayah Jalur Gaza dan Masjid Al Aqsa paspor dan data kita akan masuk di Israel. Kita akan diperiksa layaknya tahanan sidik jari tangan di ambil dan foto retina mata kita. Dan kita tidak pernah bisa bayangkan jika data kita masuk di Israel, setiap aktivitas kita akan diketahui.
Ada cerita menarik tentang anak-anak Palestina. Jangan di kira di Palestian tidak ada trak trak an motor atau balapan motor. Tapi sungguh luar biasa bedanya dengan balapan motor yang ada di Indonesia. Ketika mereka balapan motor dan ketemu seorang Syeh mereka langsung menghentikan motor dan mencium tangan Syeh tersebut, kemudian mereka akan menyetor Hafalan Quran mereka.
Ketika di Rumah Sakit Palestina, sebelum pasien di periksa mereka akanya menyetor Hafalan Quran mereka. Karena Quran akan mempercepat proses penyembuhan pasien. Di Palestina banyak tempat-tempat atau Rumah Tafidz. Tidak hanya di pondokan tapi di rumah-rumah juga banyak. Ada waktu-waktu khusu  untuk menghafal Quran. Habis Shubuh untuk bapak-bapak., habis Ashar untuk remaja perempuan dan Ibu-ibu, habis Magrib untuk anak-anak dan remaja laki-laki.
Kerennya lagi di Pusat pembelanjaan atau Mall juga ada tempat-tempat Hafalan Quran. Dari pada bapak-bapak bengong nunggu para istri belanja, bapak-bapak bisa setor Hafalan Quran juga. Di Palestian juga ada buletin Remaja. Mereka akan menulis layaknya cover boy dan cover girl untuk yang Hafidz Quran. Tapi tulisan tersebut akan di terbitkan ketika mereka sudah Meninggal  atau Syahid. Mereka akan bangga ketika memiliki keluarga yang telah telah Syahid.
Sungguh Luar biasa Palestina karena menjadikan Al Quran dalam setiap lini kehidupannya. Dalam kondisi yang tegang dan tidak aman mereka bisa menghafal Al Quran dengan begitu semangatnya. Beda dengan kondisi kita yang serba lapang dan mudah untuk beribadah, membaca Al Quran saja mungkin jarang. Semoga kita bisa menjadikan Al Quran dalam setiap nafas kehidupan kita dan semoga kita bisa mendapatkan Rahmat dari Allah untuk dunia Akhirat kita. Semangat menghafal Al Quran meski sedikit tapi kita tetap harus ada usaha untuk menghafal (menyemangati diri)