Ada
pepatah yang mengatakan jangan hidup klo tidak mau punya masalah. Setiap orang
hidup selalu punya masalah yang berbeda-beda. Sudah lulus kuliah lama tapi
belum mendapatkan kerja juga. Sudah memasukkan lamaran di banyak perusahaan
tapi belum di panggil untuk tes juga. Kadang udah mendapat panggilan dan mengikuti tes sampai beberapa tahap gagal pas interview.
Sudah giliran dapat kerjaan merasa kurang
nyaman dan ingin keluar atau pindah kerja. Sudah dapat kerja yang mapan
dengan karir yang bagus dan gaji yang lumayan besar tapi belum menikah.
Orang
yang belum menikah dengan usia yang sudah matang bermasalah dengan jodoh,
karena jodohnya belum datang. Padahal sudah banyak juga usaha yang dilakukan oleh
orang-orang disekitarnya dengan dikenalkan sana sini tapi belum cocok juga. Ada
berbagai kemungkinan kenapa seseorang dengan usia yang sudah dikatakan matang
tapi belum menikah juga, sampai usia 40 tahun baru jodohnya datang. Kemungkinan
pertama memang dia belum merasa cocok dengan beberapa orang yang dikenalkan. Kedua, dia mungkin lagi patah
hati atau sulit move on karena ditinggal nikah oleh orang yang diharapkan untuk
menjadi pasangannya,tapi malah pasanganny menikah dengan orang lain. Ketiga, dia
memiliki pasangan beda keyakinan sehingga tidak ada yang mau mengalah sehingga
solusi terbaik adalah mengakhiri hubungan. Dan masih banyak
kemungkinan-kemungkinan yang lain, tapi semua tidak lepas dari takdir Allah
yang menentukan jodoh, kita yang menjemput dengan cara-cara yang baik.
Orang
yang sudah menikah bermasalah klo dengan usia pernikahan yang udah dikatakan
lama tapi belum memiliki momongan juga. Padahal sudah berobat kesana kemari
tapi belum membuahkan hasil sampai usia pernikahan menjelang 10 tahun. Atau
juga sudah datang jodohnya dan menikah
tapi suaminya belum memiliki pekerjaan yang matang, sehingga istrinya yang
menjadi tulang punggung keluarga. Apalagi klo suaminya memiliki gengsi harus memiliki
kerjaan yang bagus atau kantoran baru dia mau kerja. Klo mau usaha sebenarnya
banyak juga kerjaan seperti berdagang, karena merupakan 9 dari pintu rizki
adalah dengan berdagang. Karena memiliki gengsi yang tinggi dia tidak mau
berdagang. Sehingga istrinya yang harus bekerja keras untuk memenuhi semua
kebutuhan keluarga. Dan juga orang yang sudah menikah bermasalah karena tidak
satu daerah kota dengan suaminya atau bisa dikatan LDR (long distance). Istrinya
dan anaknya tinggal di luar Pulau, karena istrinya PNS dengan penempatan luar
Pulau. Karena belum bisa mutasi atau pindah satu kota dengan suaminya sehingga
kehidupan rumah tangga dijalani dengan LDR. Sampai-sampai istrinya memutuskan
untuk keluar dari PNS dengan membayar denda pinalti.
Dalam
kutipan surat Al Baqarah (286) “Allah
tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. Kadang
orang di uji dan tidak kuat dengan segala permasalahan hidup di dunia. Tapi
ketika seseoarang mempunyai Iman kepada Allah dan yakin Allah lah sandaran dari
semua permasalahan hidupnya dia akan berusaha dengan penuh kesabaran untuk
menyelesaikan semua permasalahan hidup. “Hai orang-orang yang beriman,
jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta
orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).
Ketika
kita memiliki banyak masalah dalam hidup seharusnya kita segera mendekat kepada
Allah. Mungkin Allah ingin menguji kita sampai sebatas apa tingkat keimanan
kita A. Setelah Shalat wajib kita penuhi kita bisa melakukan ibadah-ibadah
sunah lainya. Seperti Tahajud, Dhuha dan Baca Al Quran. Kita harus berusaha
untuk bisa Tahajud meski tidak setiap hari setidaknya dalam seminggu kita bisa
Tahajud. Untuk Shalat Dhuha bisa kita lakukan dengan 2 raka’at minimal. Pernah
dengar ceramah Ustad Yusuf Mansur (YM) Shalat Dhuha 2 raka’at ibarat kita masih
mau buka pintu,klo 4 raka’at kita sudah masukkan kunci di pintu, klo 6 raka’at
ibarat kita sudah sudah masukkan kunci dan siap buka untuk membuka pintu, klo 8
raka’at kita sudah membuka pintu dan siap untuk masuk. Itu hanya sebuah
perumpamaan agar kita semangat dan termotivasi untuk bisa Shalat Dhuha dengan Istiqamah
8 raka’at setiap hari.
Dan kita juga harus berusaha bisa membaca Qur’an
setiap hari meski cuma satu lembar. “Amalan
yang paling dicintai Alloh Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun sedikit.” (HR
Muslim: 783). Kita bisa membaca Al Qur’an setelah Shalat Subuh atau setelah
Shalat Magrib. Karena menurut hasil penelitian ternyata membaca Al Qur’an
sehabis maghrib dan sesudah subuh itu dapat meningkatkan kecerdasan otak sampai
80 % , karena di sana ada pergantian dari siang ke malam dan dari malam ke
siang hari di samping itu ada tiga aktivitas sekaligus, membaca , melihat dan
mendengar.
Semoga
kita bisa menjadi hamba-hamba Allah yang penuh kesabaran dan kuat untuk
menerima semua cobaan dan masalah dalam hidup. Setelah kita sudah ikhtiar dan
berdoa untuk mengatasi segala masalah dan ternyata Allah masih belum mengabulkan
doa-doa kita, kita hanya bisa sabar dan menyerahkan semua kepada Allah (pasrah).
Allah lah yang menggemgam hati-hati kita. Semoga kita semua tetap bisa
Istiqamah di jalanNYA sampai kapanpun. Aamiin


Tidak ada komentar:
Posting Komentar