Jumat, 02 Januari 2015

ASSALAMUALAIKUM BEIJING




                Saat tahu novel Asma Nadia mau di film aku sangat senang sekali. Aku salah satu penggemar Asma nadia dan memiliki koleksi berbagai koleksi buku-buku Asma. Ketika Assalamualaykum Beijing mau di filmkan, aku segera mencari info dan pinjam novelnya. Klo untuk baca novel tidak perlu waktu lama, semalam mungkin bisa selesai karena saking penasaran ending nya. Setelah selesai baca novelnya hmm harus sabar menunggu tanggal 30 Desember 2014 untuk penayangan serempak di bioskop. Karena saya berada di kota yang bisa dikatakan kecil tidak juga, tapi mungkin untuk update sebuah film lumayan lah meski selisih sehari dari jadwal
                Sebelum peluncuran perdana film Asssalamualaykum Beijing aku berusaha menghubungi teman-teman yang  bisa di ajak nonton. Maklum tidak semua teman suka di ajak nonton ke bioskop, meskipun aku tidak sembarang nonton ketika di bioskop. Hanya film-film yang bertema Religi dan berlatar traveling yang ku tonton. Saat tanggal 30 Desember tiba aku senang sekali itu hari Akhir bulan di kantorku dan pulang lebih awal. Tapi karena belum tahu info apakah udah tayang di Golden Theater atau belum, aku meminta tolong temen untuk melihat jadwal. Karena saya pengen nonton yang  jam 19.00 an, mumpung ada waktu longgar. Tapi ternyata sungguh mengecawakan di Golden Thearter kata temen”aku udah lihat hari ini belum tayang, bahkan belum masuk dalam dafter segera/yang akan di puter, jadi tidak tahu kapan sampai Kediri”. Hiks sedih banget ya udah gagal deh nontonnya.
                Tapi senangnya besoknya ada salah satu group WA (Whatsap)ku menginfokan klo hari ini tanggal 31 Desember sudah ada dan pas kebetulan kantorku libur. “Semangat” akhirnya aku berusaha hubungi teman sapa yang mau dan bisa di ajak nonton Setelah aku  surve memang udah tayang, akhirnya jadi mau nonton juga jam 13.15 . Terimakasih Anita mau nemani nonton juga.
                Hmm klo udah baca novel sampai selesai ada rasa kecewa atau kadang ada alur cerita tidak sesuai di novel, tapi memang film cuma 2 jam an durasinya. Jadi tidak semua detail cerita yang ada di novel bisa di tuangkan dalam cerita filmny. Tapi All in bagus bisa buat nangis lebay dan banyak pelajaran yang di dapat.
                Ada banyak kata kata bagus yang bisa menginspirasi penontonya. Film ini menceritakan tentang RA (Revalina S Temat) pemeran utama yang mau menikah dengan Dewa. Di hari pernikahannya Dewa melakukan kesalahan yang membuat hati RA kecewa dan tidak bisa meneruskan pernikahannya. Dewa selingkuh dengan Sekar teman kantornya dan mereka melakukan hubungan yang sudah jauh dan menyebabkan Anita hamil. Untuk menghilangkan kesedihan dan melupakan semua RA menerima tawaran kerja di Beijing. Dan di Beijing dia memiliki sahabat bernama Sekar (Laudia Cynthia). Ketika tiba di Beijing Ra bekerja sebagai Jurnalis dan memberi judul Kolomnya dengan “Assalamualaykum Beijing”. Ra meliput kehidupan Muslim di  Beijing dan menceritakan liputan kota Beijing.

                                                 saat baru datang di Beijing, Ra ketemu Sekar
                
               Saat dia mau mengunjungi suatu daerah dia naik Bus Umum dan dia kebingungan apakah Halte yang di tuju sudah kelewat belum. Karena keterbatasan bahasa dan ketika beberapa penumpang di Tanya tidak ada yang bisa jawab. Kemudian dari bangku belakang tempat duduknya tiba-tiba ada seorang pemuda bernama Zhong Wen (Morgan Oey) yang memberi informasi bahwa haltenya masih belum kelewat dengan bahasa Inggris. Ketika pas mau kenalan Zhong Wen mengulurkan tangannya dan Ra menelangkupkan tanggannya dengan senyuman. Saya Asma, kemudian Zhong Wen memanggil Ashima. “Asma” Ashima adalah salah satu legenda yang menceritakan seorang gadis dan itu mirip kamu.

Ra kenalan dengan Zhong Wen

                Karena Zhong Wen sudah sampai haltenya, dia turun dan memberi Ra sebuah buku yang nanti akan saya ceritakan isinya ketika ketemu”. Ra mencerikan pertemuannya dengan Zhong Wen dan sekar mengatakan itu “Jodohmu” mungkin.  Untuk bisa keliling Beijing dan mengetahui sejarah daerah-daerah yang dikunjungi Ra menyewa Guide bernama Suny dan saat masih ada jadwal itu mengunjungi daerah-daerah di Beijing Suny tidak bisa dan digantikan oleh Zhong Wen. Sampai akhirnya tibalah di salah satu Masjid kemudian Ra menyuruh Zhong Wen masuk. “Maaf saya tidak bisa masuk karena saya bukan Muslim”kata Zhong Wen. Ada rasa sedikit kecewa ketika dia tahu Zhong Wen bukan seorang Muslim.  


              
                     Ketika sudah beberapa waktu Ra di Beijing dia merasakan sakit kepala yang sangat dan di bawa ke Rumah Sakit. Hari itu dia janjian dengan Zhong Wen untuk mengunjungi asal desa Zhong Wen. Ternyata ada penyakit serius kekentalan darah dan dia memutuskan untuk pulang  dan berobat ke Indonesia. Dia pulang ke Indonesia tanpa pamit dengan Zhong Wen karena dia tidak ingin Zhong Wen tahu kondisinya yang sebenarnya. Ra di fonis tidak bisa memiliki anak dengan penyakitnya itu. Setelah satu bulan kondisi Ra membaik dan belajar berjalan, karena dia mengalamai Struk yang menyebabkan dia tidak bisa berjalan.
Zhong Wen mulai belajar Islam dan sampai akhirnya dia menjadi Mualaf. Dan dia ingin menyusul Ra ke Indonesia. Saat Zhong Wen tiba di rumah Ra di Indonesia dan saat itu juga da Dewa. Karena Dewa masih berharap bisa kembali bersama Ra dan menceraikan Anita. Tiba-tiba Ra mengalami serangan mendadak dan matanya tidak bisa melihat. Kemudian Zhong Wen membawa Ra ke Rumah sakit. Tahu kondisi Ra yang seperti itu Dewa pergi dan tidak sanggup menjalani kehidupan dengan kondisi Ra yang seperti itu.
                     Saat kondisi Ra yang masih sakit, Zhong Wen ingin melamar Ra dan menikahinya. “Lets slowly grow old Together”. Sebenarnya Ra ragu untuk menerima Zhong Wen dengan kondisi Ra yang sakit, tapi Zhong Wen berhasil meyakinkan Ra bahwa dia akan menerima kondisinya dengan apa adanya. “Tidak butuh fisik yang sempurna untuk mempunyai kisah cinta yang sempurna”. Dan arena Ra adalah cahaya yang membawanya untuk memeluk Islam. “Yang penting Iman, romantis bisa nyusul belakangan”: kata suami sekar saat melihat adegan Zhong Wen melamar Ra. Akhirnya Ra dan Zhong Wen menikah dan Ra bisa hamil padahal dokter menfonis dia tidak bisa hamil. Mereka mengunjungi Beijing lagi untuk melihat patung Ashima yang sering diceritakan Zhong Wen.

                                                       Saat Zhong Wen melamar Ra
               Ada banyak pelajaran yang bisa di ambil dari kisah ini. Ketegaran Ra yang bisa move on dari Dewa karena dia gagal menikah. Dan nilai-nilai Islam yang ada seperti tidak berjabat tangan saat kenalan dengan Zhong Wen. Saat diskusi dengan Zhong Wen, RA mengatakan “klo kamu bayangkan dunia lebih indah tanpa agama, kamu salah Zhong Wen. Karena Islam adalah Rahmatan Lil Alamin (Rahmat untuk semua umat). Dan menikah harus memiliki keimanan yang sama (Muslim). Meski banyak kekurangan dari film ini tapi setidaknya bisa menjadi alternatif tontonan yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Selamat Menonton.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar