Saat
tahu novel Asma Nadia mau di film aku sangat senang sekali. Aku salah satu
penggemar Asma nadia dan memiliki koleksi berbagai koleksi buku-buku Asma.
Ketika Assalamualaykum Beijing mau di filmkan, aku segera mencari info dan pinjam
novelnya. Klo untuk baca novel tidak perlu waktu lama, semalam mungkin bisa
selesai karena saking penasaran ending nya. Setelah selesai baca novelnya hmm
harus sabar menunggu tanggal 30 Desember 2014 untuk penayangan serempak di
bioskop. Karena saya berada di kota yang bisa dikatakan kecil tidak juga, tapi
mungkin untuk update sebuah film lumayan lah meski selisih sehari dari jadwal
Sebelum
peluncuran perdana film Asssalamualaykum Beijing aku berusaha menghubungi
teman-teman yang bisa di ajak nonton.
Maklum tidak semua teman suka di ajak nonton ke bioskop, meskipun aku tidak
sembarang nonton ketika di bioskop. Hanya film-film yang bertema Religi dan
berlatar traveling yang ku tonton. Saat tanggal 30 Desember tiba aku senang
sekali itu hari Akhir bulan di kantorku dan pulang lebih awal. Tapi karena
belum tahu info apakah udah tayang di Golden Theater atau belum, aku meminta
tolong temen untuk melihat jadwal. Karena saya pengen nonton yang jam 19.00 an, mumpung ada waktu longgar. Tapi
ternyata sungguh mengecawakan di Golden Thearter kata temen”aku udah lihat hari
ini belum tayang, bahkan belum masuk dalam dafter segera/yang akan di puter,
jadi tidak tahu kapan sampai Kediri”. Hiks sedih banget ya udah gagal deh
nontonnya.
Tapi
senangnya besoknya ada salah satu group WA (Whatsap)ku menginfokan klo hari ini
tanggal 31 Desember sudah ada dan pas kebetulan kantorku libur. “Semangat”
akhirnya aku berusaha hubungi teman sapa yang mau dan bisa di ajak nonton
Setelah aku surve memang udah tayang, akhirnya
jadi mau nonton juga jam 13.15 . Terimakasih Anita mau
nemani nonton juga.
Hmm
klo udah baca novel sampai selesai ada rasa kecewa atau kadang ada alur cerita
tidak sesuai di novel, tapi memang film cuma 2 jam an durasinya. Jadi tidak
semua detail cerita yang ada di novel bisa di tuangkan dalam cerita filmny.
Tapi All in bagus bisa buat nangis lebay dan banyak pelajaran yang di dapat.
Ada
banyak kata kata bagus yang bisa menginspirasi penontonya. Film ini
menceritakan tentang RA (Revalina S Temat) pemeran utama yang mau menikah
dengan Dewa. Di hari pernikahannya Dewa melakukan kesalahan yang membuat hati
RA kecewa dan tidak bisa meneruskan pernikahannya. Dewa selingkuh dengan Sekar
teman kantornya dan mereka melakukan hubungan yang sudah jauh dan menyebabkan Anita
hamil. Untuk menghilangkan kesedihan dan melupakan semua RA menerima tawaran
kerja di Beijing. Dan di Beijing dia memiliki sahabat bernama Sekar (Laudia
Cynthia). Ketika tiba di Beijing Ra bekerja sebagai Jurnalis dan memberi judul
Kolomnya dengan “Assalamualaykum Beijing”. Ra meliput kehidupan Muslim di Beijing dan menceritakan liputan kota
Beijing.
saat baru datang di Beijing, Ra ketemu Sekar
Saat dia mau mengunjungi suatu daerah dia naik Bus Umum dan dia kebingungan apakah Halte yang di tuju sudah kelewat belum. Karena keterbatasan bahasa dan ketika beberapa penumpang di Tanya tidak ada yang bisa jawab. Kemudian dari bangku belakang tempat duduknya tiba-tiba ada seorang pemuda bernama Zhong Wen (Morgan Oey) yang memberi informasi bahwa haltenya masih belum kelewat dengan bahasa Inggris. Ketika pas mau kenalan Zhong Wen mengulurkan tangannya dan Ra menelangkupkan tanggannya dengan senyuman. Saya Asma, kemudian Zhong Wen memanggil Ashima. “Asma” Ashima adalah salah satu legenda yang menceritakan seorang gadis dan itu mirip kamu.
Saat dia mau mengunjungi suatu daerah dia naik Bus Umum dan dia kebingungan apakah Halte yang di tuju sudah kelewat belum. Karena keterbatasan bahasa dan ketika beberapa penumpang di Tanya tidak ada yang bisa jawab. Kemudian dari bangku belakang tempat duduknya tiba-tiba ada seorang pemuda bernama Zhong Wen (Morgan Oey) yang memberi informasi bahwa haltenya masih belum kelewat dengan bahasa Inggris. Ketika pas mau kenalan Zhong Wen mengulurkan tangannya dan Ra menelangkupkan tanggannya dengan senyuman. Saya Asma, kemudian Zhong Wen memanggil Ashima. “Asma” Ashima adalah salah satu legenda yang menceritakan seorang gadis dan itu mirip kamu.
Ra kenalan dengan Zhong Wen
Ketika sudah beberapa waktu Ra di Beijing dia merasakan sakit kepala yang sangat dan di bawa ke Rumah Sakit. Hari itu dia janjian dengan Zhong Wen untuk mengunjungi asal desa Zhong Wen. Ternyata ada penyakit serius kekentalan darah dan dia memutuskan untuk pulang dan berobat ke Indonesia. Dia pulang ke Indonesia tanpa pamit dengan Zhong Wen karena dia tidak ingin Zhong Wen tahu kondisinya yang sebenarnya. Ra di fonis tidak bisa memiliki anak dengan penyakitnya itu. Setelah satu bulan kondisi Ra membaik dan belajar berjalan, karena dia mengalamai Struk yang menyebabkan dia tidak bisa berjalan.
Zhong Wen mulai belajar Islam
dan sampai akhirnya dia menjadi Mualaf. Dan dia ingin menyusul Ra ke Indonesia.
Saat Zhong Wen tiba di rumah Ra di Indonesia dan saat itu juga da Dewa. Karena
Dewa masih berharap bisa kembali bersama Ra dan menceraikan Anita. Tiba-tiba Ra
mengalami serangan mendadak dan matanya tidak bisa melihat. Kemudian Zhong Wen
membawa Ra ke Rumah sakit. Tahu kondisi Ra yang seperti itu Dewa pergi dan
tidak sanggup menjalani kehidupan dengan kondisi Ra yang seperti itu.
Saat kondisi Ra yang masih
sakit, Zhong Wen ingin melamar Ra dan menikahinya. “Lets slowly grow old
Together”. Sebenarnya Ra ragu untuk menerima Zhong Wen dengan kondisi Ra yang
sakit, tapi Zhong Wen berhasil meyakinkan Ra bahwa dia akan menerima kondisinya
dengan apa adanya. “Tidak butuh fisik yang sempurna untuk mempunyai kisah cinta
yang sempurna”. Dan arena Ra adalah cahaya yang membawanya untuk memeluk Islam.
“Yang penting Iman, romantis bisa nyusul belakangan”: kata suami sekar saat
melihat adegan Zhong Wen melamar Ra. Akhirnya Ra dan Zhong Wen menikah dan Ra
bisa hamil padahal dokter menfonis dia tidak bisa hamil. Mereka mengunjungi
Beijing lagi untuk melihat patung Ashima yang sering diceritakan Zhong Wen.
Saat Zhong Wen melamar Ra
Saat Zhong Wen melamar Ra
Ada banyak pelajaran yang bisa di ambil dari
kisah ini. Ketegaran Ra yang bisa move on dari Dewa karena dia gagal menikah.
Dan nilai-nilai Islam yang ada seperti tidak berjabat tangan saat kenalan
dengan Zhong Wen. Saat diskusi dengan Zhong Wen, RA mengatakan “klo kamu
bayangkan dunia lebih indah tanpa agama, kamu salah Zhong Wen. Karena Islam
adalah Rahmatan Lil Alamin (Rahmat untuk semua umat). Dan menikah harus
memiliki keimanan yang sama (Muslim). Meski banyak kekurangan dari film ini
tapi setidaknya bisa menjadi alternatif tontonan yang sarat dengan nilai-nilai
Islam. Selamat Menonton.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar